Memahami Bagaimana Fungsi dari Obat Tramadol dan Risikonya

Tittle :Memahami Bagaimana Fungsi dari Obat Tramadol dan Risikonya

Memahami Bagaimana Fungsi dari Obat Tramadol dan Risikonya

Tramadol adalah salah satu jenis obat yang sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi rasa sakit yang tidak tertahankan. Namun, karena efeknya yang kuat, obat ini masuk dalam kategori obat keras yang penggunaannya harus diawasi secara ketat. Banyak orang bertanya, sebenarnya bagaimana fungsi dari obat tramadol di dalam tubuh?

Memahami cara kerja dan indikasi medis tramadol sangat penting agar kita terhindar dari efek samping yang berbahaya dan risiko ketergantungan.


Apa Itu Tramadol?

Tramadol adalah obat analgetik atau pereda nyeri yang masuk dalam kelompok opioid sintetis. Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengubah cara tubuh merasakan dan merespons rasa sakit. Karena sifatnya yang memengaruhi saraf pusat, tramadol hanya bisa didapatkan melalui resep dokter resmi.


Bagaimana Fungsi dari Obat Tramadol?

Fungsi utama tramadol adalah meredakan nyeri sedang hingga berat. Berikut adalah penjelasan mekanismenya secara detail:

1. Mengubah Respon Nyeri di Otak

Tramadol bekerja dengan cara menempel pada reseptor opioid di otak. Hal ini menghambat transmisi sinyal rasa sakit dari saraf ke otak, sehingga seseorang yang sedang mengalami cedera atau pasca-operasi tidak merasa sesak atau kesakitan yang hebat.

2. Meningkatkan Kadar Neurotransmitter

Selain bekerja pada reseptor opioid, tramadol juga berfungsi menghambat penyerapan kembali hormon norepinefrin dan serotonin. Peningkatan kadar hormon ini di saraf membantu menghambat sinyal nyeri yang dikirim ke otak, sekaligus memberikan efek tenang.

3. Penanganan Nyeri Pasca-Operasi

Dokter biasanya memberikan tramadol untuk pasien yang baru saja menjalani operasi besar atau pasien yang mengalami nyeri kronis seperti pada kasus penyakit kanker atau cedera saraf yang parah.


Bahaya Penyalahgunaan Tramadol

Meskipun memiliki fungsi medis yang penting, tramadol sering kali disalahgunakan karena efek sampingnya yang memberikan rasa rileks atau euforia. Berikut adalah risiko jika digunakan tanpa pengawasan dokter:

  • Ketergantungan (Adisi): Tubuh akan menuntut dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang sama.
  • Depresi Pernapasan: Penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan detak jantung melambat dan sesak napas yang berujung fatal.
  • Kejang: Tramadol dapat menurunkan ambang kejang, terutama jika dicampur dengan obat lain atau alkohol.
  • Sindrom Serotonin: Kondisi medis berbahaya yang terjadi karena kadar serotonin terlalu tinggi dalam tubuh, menyebabkan demam, gemetar, hingga diare.

Aturan Konsumsi yang Aman

Agar fungsi dari obat tramadol tetap bermanfaat tanpa merugikan kesehatan, perhatikan hal berikut:

  1. Gunakan Sesuai Resep: Jangan pernah menambah atau mengurangi dosis tanpa instruksi dokter.
  2. Hindari Alkohol: Mencampur tramadol dengan alkohol dapat menyebabkan kantuk ekstrem hingga koma.
  3. Beri Tahu Riwayat Medis: Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat asma, masalah ginjal, hati, atau riwayat kejang.
  4. Jangan Berhenti Tiba-tiba: Penghentian obat secara mendadak setelah penggunaan jangka panjang dapat memicu gejala sakau (withdrawal).

Kesimpulan

Jadi, bagaimana fungsi dari obat tramadol? Secara garis besar, tramadol berfungsi sebagai pemutus sinyal nyeri di otak agar pasien dapat beristirahat dan pulih dari cedera hebat. Namun, karena potensi bahaya kecanduan dan efek samping sarafnya, obat ini dilarang keras digunakan secara bebas.


Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/