Apa Itu Obat Steroid? Panduan Lengkap Fungsi, Jenis, dan Efek Sampingnya

Tittle : Apa Itu Obat Steroid? Panduan Lengkap Fungsi, Jenis, dan Efek Sampingnya


Apa Itu Obat Steroid? Panduan Lengkap Fungsi, Jenis, dan Efek Sampingnya

Dalam dunia kedokteran, obat steroid sering kali dianggap sebagai “obat dewa” karena kemampuannya yang sangat cepat dalam meredakan peradangan dan mengatasi berbagai penyakit kronis. Namun, di sisi lain, obat ini juga memiliki reputasi yang menakutkan karena efek sampingnya jika digunakan tanpa pengawasan.

Lantas, sebenarnya apa itu obat steroid? Bagaimana cara kerjanya, dan mengapa Anda tidak boleh membelinya secara sembarangan? Berikut adalah ulasan lengkapnya.


Memahami Definisi Obat Steroid

Obat steroid yang digunakan dalam dunia medis secara resmi disebut sebagai kortikosteroid. Ini adalah versi sintetis (buatan manusia) dari hormon kortisol, yaitu hormon yang diproduksi secara alami oleh kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal kita.

Hormon kortisol memiliki peran vital dalam tubuh, mulai dari mengatur metabolisme, siklus tidur, hingga merespons stres. Sebagai obat, kortikosteroid bekerja dengan kekuatan yang jauh lebih tinggi daripada hormon alami tubuh untuk menekan peradangan dan aktivitas sistem imun yang berlebihan.

Penting: Kortikosteroid berbeda dengan steroid anabolik yang sering disalahgunakan oleh binaragawan untuk membesarkan otot secara ilegal.


Mekanisme Kerja Obat Steroid

Steroid bekerja dengan dua cara utama dalam tubuh:

  1. Anti-inflamasi Kuat: Steroid menghambat zat kimia dalam tubuh yang memicu peradangan. Ini sangat efektif untuk meredakan bengkak, kemerahan, dan rasa nyeri yang hebat.
  2. Imunosupresan: Steroid menekan sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang jaringan tubuh sendiri, yang sangat krusial bagi pasien dengan penyakit autoimun.

Jenis-Jenis Obat Steroid Berdasarkan Bentuknya

Dokter akan meresepkan bentuk steroid yang berbeda tergantung pada lokasi dan keparahan penyakitnya:

  • Oral (Tablet atau Sirup): Untuk mengobati peradangan sistemik (seluruh tubuh). Contoh: Prednisone, Dexamethasone, dan Methylprednisolone.
  • Topikal (Krim, Salep, atau Losion): Untuk masalah kulit seperti eksim atau psoriasis.
  • Inhaler (Semprotan): Untuk mengontrol peradangan pada saluran pernapasan penderita asma atau PPOK.
  • Suntikan (Injeksi): Disuntikkan langsung ke sendi yang meradang (seperti pada penderita artritis) atau melalui pembuluh darah (intravena) untuk kasus darurat.
  • Tetes Mata/Telinga: Untuk peradangan spesifik pada organ tersebut.

Penyakit yang Umum Diobati dengan Steroid

Steroid sering kali menjadi penyelamat bagi pasien yang menderita:

  • Asma dan Alergi Berat: Mengurangi penyempitan saluran napas.
  • Penyakit Autoimun: Seperti Lupus dan Rheumatoid Arthritis (radang sendi).
  • Penyakit Kulit: Eksim kronis, dermatitis, dan psoriasis.
  • Kanker: Digunakan bersama kemoterapi untuk membunuh sel kanker atau mengurangi efek samping mual.
  • Pasca Transplan Organ: Mencegah tubuh menolak organ baru.

Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Steroid adalah “pedang bermata dua”. Manfaatnya yang besar berbanding lurus dengan risiko efek sampingnya, terutama pada penggunaan jangka panjang (lebih dari 2 minggu).

Efek Samping Jangka Pendek:

  • Peningkatan nafsu makan dan berat badan.
  • Perubahan suasana hati (mood swings) atau sulit tidur (insomnia).
  • Penimbunan cairan di area wajah (Moon Face).

Efek Samping Jangka Panjang:

  • Osteoporosis: Tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
  • Diabetes: Meningkatkan kadar gula darah secara signifikan.
  • Hipertensi: Kenaikan tekanan darah.
  • Katarak atau Glaukoma: Gangguan pada penglihatan.
  • Atrofi Kulit: Penipisan kulit yang membuat pembuluh darah terlihat jelas.

Aturan Penting: Jangan Berhenti Mendadak (Tapering Off)

Salah satu hal paling berbahaya dalam penggunaan steroid oral jangka panjang adalah menghentikannya secara tiba-tiba.

Ketika Anda minum steroid, kelenjar adrenal tubuh “beristirahat” memproduksi kortisol alami. Jika obat dihentikan mendadak, tubuh tidak memiliki hormon pelindung, yang dapat menyebabkan krisis adrenal (kondisi gawat darurat yang ditandai dengan lemas hebat, muntah, hingga penurunan kesadaran). Dokter akan menurunkan dosis secara bertahap (tapering off) agar kelenjar adrenal bisa bangun dan bekerja kembali.


Kesimpulan

Obat steroid adalah terobosan medis yang luar biasa untuk mengobati peradangan dan penyakit imun. Namun, karena sifatnya yang keras, obat ini wajib dikonsumsi berdasarkan resep dokter. Penggunaan yang bijak akan memberikan kesembuhan, sementara penggunaan sembarangan dapat merusak kesehatan jangka panjang Anda.

Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/