Bahaya Merkuri dalam Obat dan Kosmetik: Ancaman Serius bagi Organ Tubuh

TIttle: Bahaya Merkuri dalam Obat dan Kosmetik: Ancaman Serius bagi Organ Tubuh

Bahaya Merkuri dalam Obat dan Kosmetik: Ancaman Serius bagi Organ Tubuh

Merkuri atau raksa ($Hg$) adalah logam berat yang secara alami ditemukan di alam. Meski memiliki kegunaan dalam industri tertentu, merkuri adalah zat yang sangat beracun bagi manusia. Sayangnya, hingga saat ini masih ditemukan obat-obatan tradisional, krim kulit, hingga suplemen ilegal yang dicampuri merkuri untuk memberikan hasil instan.

Mengonsumsi atau menggunakan produk yang mengandung merkuri bukan hanya membahayakan kesehatan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ vital.


Mengapa Merkuri Masih Digunakan?

Dalam produk ilegal, merkuri sering digunakan karena kemampuannya dalam:

  • Menghambat pembentukan melanin: Memberikan efek mencerahkan kulit secara instan pada krim pemutih.
  • Sifat antiseptik: Dahulu digunakan dalam beberapa jenis obat luar, namun kini sudah dilarang karena risiko toksisitasnya yang tinggi.

Bahaya Merkuri bagi Kesehatan Tubuh

1. Kerusakan Sistem Saraf Pusat

Merkuri adalah zat neurotoksik, artinya ia menyerang sel-sel saraf. Paparan merkuri dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan:

  • Tremor (gemetar pada tangan atau anggota tubuh lainnya).
  • Sulit tidur (insomnia).
  • Gangguan ingatan dan penurunan fungsi kognitif.
  • Perubahan emosi yang drastis, seperti mudah marah atau kecemasan berlebih.

2. Gagal Ginjal Kronis

Ginjal adalah organ utama yang bertugas menyaring racun dari darah. Ketika merkuri masuk ke dalam tubuh, zat ini akan menumpuk di ginjal dan merusak jaringan penyaringnya. Penggunaan obat atau kosmetik bermerkuri secara terus-menerus dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal hingga gagal ginjal yang memerlukan cuci darah.

3. Gangguan pada Janin dan Anak-anak

Paparan merkuri sangat berbahaya bagi ibu hamil. Merkuri dapat menembus plasenta dan masuk ke peredaran darah janin, yang mengakibatkan:

  • Gangguan perkembangan otak bayi.
  • Cacat lahir.
  • Gangguan kemampuan bicara dan motorik pada anak di kemudian hari.

4. Kerusakan Saluran Pencernaan

Jika merkuri terkandung dalam obat yang diminum, ia dapat menyebabkan iritasi parah pada saluran pencernaan. Gejalanya meliputi mual, muntah, diare berdarah, hingga luka pada dinding usus dan lambung.

5. Masalah Kulit yang Parah

Pada produk kulit (topikal), merkuri memang mencerahkan di awal, namun setelah beberapa lama akan menyebabkan:

  • Perubahan warna kulit menjadi abu-abu kebiruan.
  • Kulit menjadi sangat tipis dan sensitif.
  • Munculnya kemerahan dan iritasi hebat saat terkena sinar matahari.

Cara Menghindari Produk Mengandung Merkuri

Agar terhindar dari bahaya logam berat ini, perhatikan langkah-langkah berikut:

  1. Cek Izin Edar BPOM: Pastikan obat atau kosmetik yang Anda beli memiliki nomor registrasi resmi dari BPOM. Anda bisa mengeceknya melalui aplikasi Cek BPOM.
  2. Waspadai Hasil Instan: Hindari produk yang menjanjikan hasil “ajaib” atau instan (misal: kulit putih dalam 3 hari). Proses medis yang aman selalu membutuhkan waktu.
  3. Periksa Label Komposisi: Hindari produk yang mencantumkan nama seperti mercury, mercurous chloride, calomel, mercuric, atau mercurio.
  4. Beli di Tempat Terpercaya: Hindari membeli obat-obatan keras atau racikan tanpa label jelas di marketplace yang tidak terverifikasi.

Kesimpulan

Merkuri adalah racun yang tidak memiliki tempat di dalam tubuh manusia. Dampak negatifnya sering kali tidak terlihat secara langsung, namun terakumulasi hingga menyebabkan kerusakan organ yang fatal. Selalu prioritaskan keamanan dengan menggunakan produk yang telah teruji secara klinis.

Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/