Tittle: Mengenal Herbisida Tabas: Solusi Efektif Kendalikan Gulma pada Tanaman Padi

Dalam dunia pertanian, keberadaan gulma atau rumput liar adalah musuh utama yang dapat menurunkan hasil panen secara drastis. Salah satu produk perlindungan tanaman yang menjadi andalan petani Indonesia adalah Tabas 400 SC.
Apa itu Tabas 400 SC?
Tabas 400 SC adalah herbisida sistemik purna tumbuh yang diproduksi oleh PT Delta Giri Kulon (Deltagro). Herbisida ini berbentuk pekatan suspensi berwarna putih yang dapat larut dalam air.
Bahan aktif utama dalam Tabas adalah Natrium Bispiribak (Sodium Bispyribac) 400 g/l. Bahan aktif ini dikenal sangat efektif karena bekerja secara sistemik, artinya diserap oleh jaringan gulma dan diangkut ke seluruh bagian tanaman hingga ke titik tumbuh (akar dan pucuk), sehingga gulma mati total.
Keunggulan Tabas 400 SC
Mengapa banyak petani memilih Tabas dibandingkan merk lain? Berikut adalah beberapa alasannya:
- Spektrum Luas: Mampu membasmi berbagai jenis gulma, mulai dari gulma berdaun lebar, gulma berdaun sempit, hingga teki-tekian.
- Aman untuk Padi: Jika digunakan sesuai dosis, herbisida ini sangat selektif. Artinya, ia mematikan gulma tanpa merusak atau menguningkan tanaman padi utama.
- Hemat dan Efisien: Karena konsentrasinya yang tinggi (400 SC), dosis yang diperlukan relatif sedikit untuk cakupan lahan yang luas.
- Fleksibel: Dapat diaplikasikan pada berbagai metode penanaman padi, baik sistem sawah irigasi, Tanam Benih Langsung (Tabela), maupun sistem Tapin (Tanam Pindah).
Cara Kerja dan Pengaplikasian
Tabas bekerja dengan menghambat enzim acetolactate synthase (ALS) pada gulma, yang menyebabkan gulma berhenti tumbuh segera setelah penyemprotan dan mati perlahan dalam waktu 7–14 hari.
Waktu Aplikasi yang Tepat: Penyemprotan sebaiknya dilakukan saat gulma sedang tumbuh aktif, biasanya pada usia 8 hingga 15 hari setelah tanam.
Dosis Anjuran:
- Dosis umum adalah 100 – 200 ml per hektar.
- Secara praktis, petani biasanya menggunakan 10 – 15 ml (sekitar satu tutup botol kemasan kecil) per tangki semprot ukuran 16 liter.
Tips Penggunaan agar Hasil Maksimal
- Kondisi Air: Saat penyemprotan, kondisi sawah sebaiknya dalam keadaan macak-macak (lembab namun tidak tergenang tinggi). Hal ini agar herbisida langsung mengenai daun gulma.
- Penggenangan: Setelah 1–2 hari penyemprotan, lakukan penggenangan air kembali untuk menghambat pertumbuhan biji gulma yang baru.
- Cuaca: Hindari menyemprot jika diperkirakan akan turun hujan dalam waktu 2–3 jam ke depan agar obat tidak tercuci sebelum terserap maksimal.
Catatan Penting: Selalu gunakan alat pelindung diri (masker dan sarung tangan) saat mengaplikasikan pestisida dan baca petunjuk pada kemasan sebelum penggunaan.
Apakah Anda ingin saya membuatkan tabel perbandingan dosis atau daftar harga pasaran terbaru untuk herbisida ini?
Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/
