Mengenal Calortusin: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Tittle:Mengenal Calortusin: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Calortusin adalah obat kombinasi yang dirancang khusus untuk meringankan gejala-gejala yang menyertai flu, pilek, dan batuk. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas terbatas (lingkaran biru), yang berarti dapat dibeli tanpa resep dokter namun tetap harus digunakan sesuai petunjuk pada kemasan.

Kandungan Utama dan Cara Kerjanya

Setiap kaplet Calortusin biasanya mengandung kombinasi zat aktif berikut:

  1. Paracetamol: Berfungsi sebagai penurun demam (antipiretik) dan pereda nyeri (analgesik) seperti sakit kepala atau nyeri otot.
  2. Phenylpropanolamine HCl: Bekerja sebagai dekongestan hidung untuk melegakan hidung tersumbat.
  3. Chlorpheniramine Maleate (CTM): Merupakan antihistamin yang meredakan gejala alergi seperti bersin-bersin dan hidung gatal.
  4. Dextromethorphan HBr: Penekan batuk (antitusif) yang bekerja di pusat saraf untuk mengurangi frekuensi batuk kering.

Indikasi (Kegunaan)

Calortusin efektif digunakan untuk mengatasi kondisi berikut:

  • Meredakan batuk tidak berdahak (batuk kering).
  • Menurunkan demam.
  • Meringankan sakit kepala.
  • Melegakan hidung tersumbat karena flu atau pilek.
  • Mengurangi intensitas bersin-bersin.

Dosis Umum Penggunaan

Dosis dapat bervariasi tergantung pada usia dan kondisi kesehatan, namun secara umum adalah:

  • Dewasa: 1 kaplet, 3–4 kali sehari.
  • Anak-anak (6–12 tahun): ½ kaplet, 3–4 kali sehari.

Penting: Sebaiknya diminum sesudah makan untuk menghindari iritasi lambung. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan.


Efek Samping yang Mungkin Muncul

Sama seperti obat flu pada umumnya, Calortusin dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi sebagian orang:

  • Mengantuk: Karena kandungan CTM (paling sering terjadi).
  • Mulut kering.
  • Gangguan pencernaan ringan.
  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Retensi urin (sulit buang air kecil) pada kondisi tertentu.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan (Peringatan)

  1. Jangan Berkendara: Karena dapat menyebabkan kantuk, hindari mengoperasikan mesin atau menyetir setelah meminum obat ini.
  2. Hindari Alkohol: Mengonsumsi alkohol saat menggunakan Calortusin dapat meningkatkan risiko kerusakan hati (akibat paracetamol) dan kantuk berlebih.
  3. Kondisi Kesehatan Tertentu: Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan jantung, glaukoma, atau diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini karena kandungan dekongestannya.
  4. Wanita Hamil & Menyusui: Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun selama masa kehamilan atau menyusui.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran medis profesional. Jika gejala flu dan batuk tidak membaik dalam 3 hari, segera hubungi dokter.


Apakah Anda ingin saya membuatkan ringkasan dalam bentuk tabel agar lebih mudah dibaca, atau mungkin Anda butuh informasi tentang obat alternatif lainnya?

Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/