Apa Itu Vagistin?

Tittle: Apa Itu Vagistin?

Vagistin adalah obat kombinasi dalam bentuk ovula (tablet yang dimasukkan ke dalam vagina). Obat ini dirancang khusus untuk menangani infeksi campuran yang disebabkan oleh bakteri dan jamur sekaligus.

Kandungan Utama

Setiap satu ovula Vagistin biasanya mengandung dua bahan aktif:

  1. Metronidazole (500 mg): Antibiotik yang efektif melawan bakteri anaerob dan parasit seperti Trichomonas vaginalis.
  2. Nystatin (100.000 IU): Antijamur yang bekerja spesifik menghentikan pertumbuhan jamur Candida albicans.

Kegunaan dan Indikasi

Dokter biasanya meresepkan Vagistin untuk kondisi-kondisi berikut:

  • Vaginitis: Peradangan pada vagina yang menyebabkan gatal atau nyeri.
  • Kandidiasis Vagina: Infeksi jamur yang menyebabkan keputihan menggumpal seperti susu basi.
  • Trikomoniasis: Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit.
  • Keputihan abnormal: Terutama yang disertai bau tidak sedap, perubahan warna (kehijauan atau keabuan), dan rasa terbakar.

Efek Samping yang Mungkin Muncul

Sama seperti obat lainnya, Vagistin dapat menimbulkan efek samping pada beberapa orang. Efek ini umumnya bersifat lokal dan ringan, namun tetap perlu diwaspadai.

1. Efek Samping Lokal (Paling Umum)

  • Rasa gatal atau sensasi terbakar sesaat setelah obat dimasukkan.
  • Iritasi pada dinding vagina.
  • Peningkatan jumlah cairan yang keluar dari vagina (sisa peluruhan obat).

2. Efek Samping Sistemik

Meski diserap secara lokal, sebagian kecil bahan aktif dapat masuk ke aliran darah dan memicu:

  • Pusing atau sakit kepala.
  • Mual.
  • Rasa logam di mulut (metallic taste).

3. Reaksi Alergi (Jarang Terjadi)

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala alergi berat seperti gatal-gatal di seluruh tubuh, pembengkakan pada wajah/bibir, atau sesak napas.


Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

Peringatan: Hindari konsumsi alkohol selama masa pengobatan dengan Vagistin dan hingga 48 jam setelah pengobatan selesai. Interaksi antara Metronidazole dan alkohol dapat menyebabkan reaksi “disulfiram-like” yang memicu mual hebat, muntah, dan jantung berdebar.

  • Gunakan sebelum tidur: Agar obat meresap maksimal dan tidak mudah keluar karena aktivitas fisik.
  • Tuntaskan dosis: Jangan menghentikan pemakaian meskipun gejala sudah hilang, kecuali atas saran dokter. Hal ini penting untuk mencegah infeksi datang kembali.
  • Ibu Hamil & Menyusui: Konsultasikan secara ketat dengan dokter spesialis kandungan sebelum menggunakan obat ini.

Informasi ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan saran medis profesional.

Apakah Anda ingin saya membuatkan panduan langkah demi langkah tentang cara menggunakan obat ovula dengan benar dan higienis?

Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/