Bagaimana Aspirin Terbuat? Sejarah dan Proses Sains di Balik Obat Legendaris

Tittle :Bagaimana Aspirin Terbuat? Sejarah dan Proses Sains di Balik Obat Legendaris

Bagaimana Aspirin Terbuat? Sejarah dan Proses Sains di Balik Obat Legendaris

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sebutir pil Aspirin bisa tercipta? Sebelum menjadi obat kimia dalam botol yang praktis, bahan utama aspirin berasal dari alam, tepatnya dari kulit kayu pohon.

Mengetahui bagaimana aspirin terbuat bukan hanya soal kimia, tetapi juga perjalanan sejarah panjang manusia dalam mencari penawar rasa sakit. Mari kita bedah bahan baku hingga proses laboratorium yang menciptakan aspirin.


1. Asal-Usul Alami: Keajaiban Pohon Willow

Bahan dasar aspirin telah digunakan selama ribuan tahun. Bangsa Mesir kuno dan Yunani kuno (termasuk Hippocrates) mencatat bahwa mengunyah kulit kayu pohon Willow Putih (Salix alba) dapat meredakan demam dan rasa nyeri.

Bahan Aktif: Salisin

Di dalam kulit pohon willow terdapat senyawa alami yang disebut Salisin. Ketika manusia mengonsumsi salisin, tubuh akan mengubahnya menjadi asam salisilat. Inilah zat aktif yang bekerja menghilangkan rasa sakit. Namun, pada masa lalu, mengonsumsi kulit kayu secara langsung sering menyebabkan iritasi lambung yang parah karena sifat asamnya yang terlalu kuat.


2. Revolusi Kimia: Kelahiran Asam Asetilsalisilat

Proses pembuatan aspirin modern dimulai ketika para ilmuwan mencoba mencari cara agar asam salisilat lebih nyaman bagi lambung manusia.

  • Tahun 1853: Kimiawan Prancis, Charles Frédéric Gerhardt, berhasil menetralkan asam salisilat dengan menggabungkannya dengan natrium dan asetil klorida.
  • Tahun 1897: Ilmuwan dari perusahaan Bayer, Felix Hoffmann, menyempurnakan rumus tersebut. Ia menambahkan gugus “asetil” ke dalam asam salisilat.

Hasil dari eksperimen ini adalah Asam Asetilsalisilat (ASA). Senyawa inilah yang kita kenal sebagai Aspirin hingga saat ini. Penambahan zat asetil ini sangat krusial karena membuat obat lebih stabil dan jauh lebih ringan bagi saluran pencernaan dibandingkan bahan mentahnya.


3. Proses Pembuatan Aspirin di Laboratorium

Secara teknis, aspirin diproduksi melalui proses yang disebut esterifikasi. Berikut adalah langkah-langkah sederhananya dalam bahasa sains:

  1. Sintesis: Asam salisilat dicampur dengan anhidrida asetat.
  2. Katalis: Sedikit asam sulfat ditambahkan sebagai katalis untuk mempercepat reaksi kimia.
  3. Pemanasan: Campuran dipanaskan untuk mengubah susunan molekul menjadi asam asetilsalisilat.
  4. Kristalisasi: Larutan didinginkan agar kristal aspirin murni terbentuk.
  5. Pemurnian: Kristal dicuci dan dikeringkan untuk memastikan tidak ada sisa zat kimia berbahaya.
  6. Pencetakan: Serbuk murni kemudian dicampur dengan bahan pengikat (seperti pati jagung) dan dicetak menjadi tablet yang siap dikonsumsi.

4. Mengapa Aspirin Berbeda dengan Obat Herbal Lain?

AspekKulit Kayu Willow (Herbal)Aspirin (Farmasi)
KonsistensiKadar salisin berubah-ubah tiap pohon.Dosis tepat (misal: 81mg atau 500mg).
KeamananSangat asam, risiko iritasi tinggi.Lebih stabil dan ramah di lambung.
EfektivitasPenyerapan lambat.Dirancang untuk bekerja cepat dalam darah.

Kesimpulan

Aspirin terbuat dari perpaduan kearifan alam (kulit pohon willow) dan kecanggihan ilmu kimia. Proses penambahan gugus asetil mengubah asam yang keras menjadi obat yang telah menyelamatkan jutaan nyawa dari risiko serangan jantung dan nyeri kronis selama lebih dari satu abad.

Meskipun kini aspirin sangat mudah didapatkan, selalu ingat bahwa obat ini adalah hasil reaksi kimia yang kuat. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya, terutama jika Anda memiliki riwayat gangguan pendarahan atau maag.


Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/