Tittle : Cara Kerja obat Astharol?

Astharol termasuk dalam kelas obat beta-2 agonis (short-acting beta-agonist/SABA). Secara mekanisme, obat ini bekerja dengan cara:
- Menstimulasi reseptor beta-2 pada otot polos di dinding saluran pernapasan (bronkus).
- Memicu relaksasi otot-otot tersebut sehingga saluran napas yang tadinya menyempit menjadi lebih lebar.
- Memungkinkan udara mengalir lebih lancar ke dalam paru-paru, sehingga gejala sesak napas berkurang dengan cepat.
Indikasi Utama
Dokter biasanya meresepkan Astharol untuk beberapa kondisi berikut:
- Asma Bronkial: Meredakan serangan asma akut serta mencegah penyempitan saluran napas sebelum berolahraga.
- Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK): Membantu melancarkan pernapasan pada penderita bronkitis kronis atau emfisema.
- Bronkospasme: Mengatasi kejang otot bronkus yang disebabkan oleh alergi atau iritasi tertentu.
Dosis dan Aturan Pakai
Astharol tersedia dalam beberapa sediaan, seperti tablet dan sirup. Dosis penggunaan sangat bergantung pada usia, kondisi medis, dan respons pasien terhadap obat.
| Kelompok Usia | Estimasi Dosis Umum (Tablet) |
| Dewasa | 2 – 4 mg, diberikan 3 hingga 4 kali sehari. |
| Anak (6-12 tahun) | 2 mg, diberikan 3 hingga 4 kali sehari. |
| Anak (2-6 tahun) | 1 – 2 mg, diberikan 3 hingga 4 kali sehari. |
Penting: Penggunaan Astharol harus berdasarkan resep dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa konsultasi medis.
Efek Samping yang Mungkin Muncul
Seperti obat-obatan pada umumnya, Astharol dapat menimbulkan efek samping pada beberapa individu. Gejala yang paling sering dilaporkan antara lain:
- Tremor: Getaran halus, biasanya pada tangan.
- Palpitasi: Jantung terasa berdebar kencang.
- Sakit Kepala: Disertai pusing ringan.
- Kram Otot: Ketegangan pada otot kaki atau tangan.
- Gelisah: Perasaan cemas atau tidak tenang (terutama pada anak-anak).
Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/
