Mengenal Januvia: Fungsi, Cara Kerja, dan Efek Samping

Tittle: Mengenal Januvia: Fungsi, Cara Kerja, dan Efek Samping

Dalam upaya mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2, Januvia (dengan nama generik Sitagliptin) telah menjadi salah satu pilihan pengobatan medis yang populer. Berbeda dengan insulin suntik, Januvia adalah obat oral yang bekerja harmonis dengan sistem alami tubuh.

Apa Itu Januvia?

Januvia adalah obat resep yang termasuk dalam kelas penghambat DPP-4 (dipeptidyl peptidase-4). Obat ini dirancang khusus untuk orang dewasa dengan diabetes melitus tipe 2 guna menurunkan kadar gula darah (glukosa) bersamaan dengan diet sehat dan olahraga teratur.

Catatan Penting: Januvia tidak digunakan untuk mengobati diabetes tipe 1 atau ketoasidosis diabetikum (peningkatan keton dalam darah atau urin).


Bagaimana Cara Kerjanya?

Januvia bekerja dengan cara yang cukup unik dibandingkan obat diabetes lainnya. Mekanisme utamanya melibatkan hormon alami yang disebut inkretin:

  1. Meningkatkan Hormon Inkretin: Saat Anda makan, tubuh melepaskan inkretin. Hormon ini membantu pankreas memproduksi lebih banyak insulin saat dibutuhkan.
  2. Menurunkan Gula Darah: Inkretin juga memberi sinyal pada hati untuk berhenti memproduksi terlalu banyak gula.
  3. Menghambat Enzim DPP-4: Biasanya, enzim DPP-4 memecah hormon inkretin dengan cepat. Januvia menghentikan kerja enzim ini sehingga hormon inkretin bertahan lebih lama di dalam tubuh untuk membantu menurunkan gula darah.

Aturan Pakai dan Dosis

  • Bentuk: Tablet minum (biasanya tersedia dalam dosis 25 mg, 50 mg, dan 100 mg).
  • Waktu: Umumnya diminum satu kali sehari, dengan atau tanpa makanan.
  • Konsistensi: Sangat disarankan untuk meminumnya di waktu yang sama setiap hari agar kadar obat dalam tubuh tetap stabil.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Seperti semua obat, Januvia dapat menyebabkan efek samping pada beberapa orang.

Efek Samping Umum:

  • Infeksi saluran pernapasan atas (hidung tersumbat, sakit tenggorokan).
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut atau diare.

Efek Samping Serius (Segera Hubungi Dokter):

  • Pankreatitis: Nyeri parah di area perut yang menjalar ke punggung.
  • Masalah Ginjal: Perubahan jumlah urin atau pembengkakan pada kaki.
  • Reaksi Alergi: Ruam, gatal-gatal, atau pembengkakan pada wajah dan tenggorokan.
  • Nyeri Sendi: Rasa sakit yang parah pada persendian.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan (Peringatan)

Sebelum mengonsumsi Januvia, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter jika memiliki riwayat:

  • Penyakit ginjal (dokter mungkin perlu menyesuaikan dosis).
  • Penyakit pankreas (pankreatitis).
  • Batu empedu atau gagal jantung.

Interaksi Obat: Jika Januvia digunakan bersamaan dengan obat sulfonylurea atau insulin, risiko terjadinya hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) akan meningkat. Selalu komunikasikan daftar obat yang Anda konsumsi kepada tenaga medis.


Disklaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah dosis pengobatan Anda.


Apakah Anda ingin saya membuatkan ringkasan daftar makanan yang sebaiknya dihindari saat mengonsumsi obat diabetes ini?

Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/