Tittle : Penyakit dari Keputihan dan Obatnya: Penjelasan Medis Lengkap & Detail

Keputihan adalah hal yang normal bagi setiap wanita karena berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina dari infeksi. Namun, Anda perlu waspada jika keputihan berubah warna, berbau menyengat, atau disertai rasa gatal. Kondisi ini biasanya menandakan adanya penyakit dari keputihan dan obatnya harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Artikel ini akan membahas secara mendetail jenis infeksi yang menyebabkan keputihan abnormal serta langkah pengobatan yang paling tepat.
Membedakan Keputihan Normal vs Abnormal
Sebelum membahas pengobatan, penting untuk mengetahui perbedaannya:
- Normal: Berwarna bening atau putih susu, tidak berbau, dan tidak gatal. Biasanya muncul saat masa subur atau menjelang haid.
- Abnormal (Penyakit): Berwarna kuning, hijau, atau abu-abu; tekstur bergumpal seperti keju; bau amis atau busuk; serta disertai nyeri atau gatal.
Jenis Penyakit dari Keputihan dan Obatnya secara Detail
Berikut adalah beberapa penyebab keputihan tidak normal dan pilihan obat yang biasanya diresepkan dokter:
1. Kandidiasis (Infeksi Jamur)
Disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans. Ciri khasnya adalah keputihan kental putih seperti susu basi dan sangat gatal.
- Obatnya: Antijamur.
- Topikal: Clotrimazole atau Miconazole (krim atau tablet vagina).
- Oral: Fluconazole (tablet minum) sesuai resep dokter.
2. Vaginosis Bakterialis (Infeksi Bakteri)
Terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri alami di vagina. Cirinya adalah keputihan berwarna abu-abu encer dan berbau amis yang tajam.
- Obatnya: Antibiotik.
- Metronidazole atau Clindamycin (baik dalam bentuk tablet minum maupun krim vagina).
3. Trikomoniasis (Penyakit Menular Seksual)
Disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Keputihan biasanya berwarna kuning kehijauan, berbuih, dan berbau busuk.
- Obatnya: Antibiotik dosis tinggi seperti Metronidazole atau Tinidazole. Pasangan seksual juga harus diobati agar tidak terjadi infeksi pingpong.
Tabel Ringkasan Diagnosis dan Pengobatan
| Warna/Ciri Keputihan | Kemungkinan Penyebab | Pilihan Obat Utama |
| Putih bergumpal & gatal | Infeksi Jamur (Kandidiasis) | Clotrimazole / Fluconazole |
| Abu-abu, encer, amis | Infeksi Bakteri (Vaginosis) | Metronidazole |
| Hijau kekuningan & berbuih | Trikomoniasis (Parasit) | Metronidazole (Dosis Spesifik) |
| Berdarah di luar siklus haid | Kanker Serviks / Polip | Pemeriksaan Biopsi & Bedah |
Cara Alami Pendukung Pengobatan Keputihan
Selain menggunakan obat medis, Anda dapat mempercepat proses pemulihan dengan langkah alami berikut:
- Konsumsi Probiotik: Makan yogurt yang mengandung bakteri baik (Lactobacillus) membantu menyeimbangkan kembali pH vagina.
- Rebusan Daun Sirih: Secara tradisional, air rebusan daun sirih bersifat antiseptik. Namun, gunakan hanya untuk membasuh bagian luar, jangan melakukan douching (menyemprot ke dalam vagina) karena dapat merusak bakteri baik.
- Menjaga Kebersihan: Gunakan pakaian dalam berbahan katun dan hindari penggunaan sabun kewanitaan yang mengandung parfum kuat.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Jangan menunda pengobatan jika keputihan disertai dengan gejala berikut:
- Nyeri hebat di panggul atau perut bawah.
- Demam tinggi.
- Luka lepuh atau kutil di sekitar area kelamin.
- Keputihan bercampur darah di luar masa menstruasi.
Kesimpulan
Mengetahui jenis penyakit dari keputihan dan obatnya secara detail sangat membantu dalam proses penyembuhan yang efektif. Hindari membeli antibiotik secara sembarangan tanpa resep dokter, karena penggunaan yang salah dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal (resistensi). Selalu jaga kebersihan area kewanitaan sebagai langkah pencegahan utama.
Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://bandungpafi.org/
