Tittle : Pertolongan Pertama pada Luka Tembak: Panduan Tindakan Darurat
PERINGATAN KERAS: Luka tembak adalah kondisi darurat medis prioritas utama yang mengancam nyawa. Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda terkena tembakan, segera hubungi nomor darurat (112 atau 119) atau bawa ke Rumah Sakit terdekat.
Artikel ini disusun sebagai panduan Pertolongan Pertama (First Aid) secara detail untuk membantu menstabilkan kondisi korban hingga bantuan medis profesional tiba.
Panduan Detail Pertolongan Pertama pada Luka Tembak

Keberhasilan menangani luka tembak sangat bergantung pada prinsip “Golden Hour”, yaitu penanganan tepat dalam satu jam pertama untuk mencegah kematian akibat pendarahan hebat atau syok.
1. Penilaian Situasi dan Keamanan (Safety Check)
Sebelum menyentuh korban, pastikan Anda aman.
- Amankan Lokasi: Pastikan penembak sudah tidak ada atau senjata sudah diamankan.
- Jangan Memindahkan Korban: Kecuali jika lokasi tersebut terancam ledakan atau kebakaran, jangan pindahkan korban karena berisiko memperparah cedera tulang belakang atau pendarahan internal.
2. Prosedur Penanganan Darurat (ABC)
Lakukan penilaian cepat pada tiga hal utama:
- Airway (Jalan Napas): Pastikan tidak ada sumbatan di mulut korban.
- Breathing (Pernapasan): Periksa apakah dada naik-turun. Jika tidak bernapas, lakukan CPR (RJP) hanya jika pendarahan luar sudah terkendali.
- Circulation (Sirkulasi): Cari sumber pendarahan utama. Inilah penyebab kematian tercepat pada luka tembak.
3. Cara Menghentikan Pendarahan (Detail Teknik)
Pendarahan harus dihentikan secepat mungkin. Ada tiga teknik utama tergantung lokasi luka:
A. Tekanan Langsung (Direct Pressure)
Gunakan untuk luka di area tubuh mana pun.
- Ambil kain bersih, kasa, atau baju.
- Tekan luka sekuat tenaga dengan kedua tangan.
- Jangan sesekali mengangkat kain untuk memeriksa apakah pendarahan sudah berhenti, karena ini akan merusak bekuan darah yang mulai terbentuk. Jika kain tembus darah, lapiskan kain baru di atasnya.
B. Wound Packing (Menyumbat Luka)
Jika luka berada di area “pertemuan” seperti ketiak, pangkal paha, atau leher:
- Masukkan kain atau kasa ke dalam lubang luka hingga padat.
- Setelah lubang terisi penuh, lakukan tekanan kuat di atasnya.
C. Penggunaan Tourniquet (Hanya untuk Lengan dan Kaki)
Jika pendarahan di tangan atau kaki sangat hebat dan tidak berhenti dengan tekanan biasa:
- Gunakan sabuk, kain panjang, atau tourniquet medis.
- Ikatkan sekitar 5-8 cm di atas luka (di antara luka dan jantung).
- Kencangkan hingga pendarahan benar-benar berhenti.
- Penting: Catat waktu pemasangan tourniquet pada dahi korban (misal: “T 14.30”) agar dokter tahu berapa lama aliran darah terhenti.
4. Menangani Luka Tembak di Dada (Sucking Chest Wound)
Jika peluru mengenai dada, paru-paru bisa kolaps karena udara masuk ke rongga dada.
- Tanda: Terdengar suara “hisapan” dari luka atau busa darah keluar dari luka.
- Tindakan: Tutup luka dengan bahan kedap udara (plastik bening, bungkus aluminium foil).
- Teknik 3 Sisi: Rekatkan plastik pada 3 sisi saja, biarkan 1 sisi terbuka. Ini berfungsi sebagai katup: udara bisa keluar saat korban membuang napas, tapi tidak bisa masuk saat menghirup napas.
5. Mencegah dan Menangani Syok
Bahkan jika darah sudah berhenti, korban bisa mati karena syok (kegagalan sistem sirkulasi).
- Jaga Suhu Tubuh: Selimuti korban. Kehilangan darah membuat suhu tubuh turun drastis (hipotermia), yang memperburuk pembekuan darah.
- Posisi: Jika tidak ada cedera kepala atau tulang belakang, angkat kaki korban sekitar 20-30 cm agar darah mengalir ke organ vital (jantung dan otak).
- Komunikasi: Tetap ajak bicara korban untuk menjaga kesadarannya.
Hal-Hal yang DILARANG Dilakukan
- Jangan mencoba mengambil peluru: Proyektil peluru seringkali menyumbat pembuluh darah yang robek. Mencabutnya justru akan memicu pendarahan yang tidak terkendali.
- Jangan memberi minum atau makan: Korban kemungkinan besar akan dioperasi. Perut yang terisi meningkatkan risiko komplikasi saat pembiusan.
- Jangan mencuci luka: Fokuslah pada menghentikan darah, bukan membersihkan luka. Bakteri adalah urusan belakangan di rumah sakit.
Penanganan Medis Lanjutan (Di Rumah Sakit)
Sesampainya di RS, tim medis akan melakukan:
- Operasi Eksplorasi: Mencari kerusakan organ dalam dan menghentikan pendarahan internal.
- Debridemen: Membersihkan sisa logam, mesiu, atau kain yang terbawa peluru ke dalam tubuh.
- Vaksin Tetanus: Luka tembak sangat kotor dan berisiko tinggi infeksi tetanus.
- Antibiotik Intravena: Untuk mencegah sepsis (infeksi darah).
Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/
