Tittle: Radium: Dari “Obat Ajaib” Hingga Peringatan Sejarah

Radium (dengan simbol atom Ra dan nomor atom 88) ditemukan oleh Marie dan Pierre Curie pada tahun 1898. Pada awal abad ke-20, unsur ini sempat dianggap sebagai “elemen ajaib” yang bisa menyembuhkan segala penyakit, sebelum akhirnya dunia menyadari dampak fatal dari radiasinya.
1. Era “Radium Mania” (Awal 1900-an)
Tak lama setelah ditemukan, Radium menjadi tren di dunia kesehatan dan kecantikan. Karena kemampuannya memancarkan cahaya (luminesens) dan panas, banyak perusahaan memasarkannya secara tidak bertanggung jawab:
- Minuman Tonik: Produk seperti Radithor (air yang dicampur radium) dijual sebagai penambah energi.
- Kosmetik: Bedak dan krim wajah mengandung radium diklaim membuat kulit “bercahaya”.
- Barang Konsumsi: Pasta gigi, cokelat, bahkan alat pemanas air yang dilapisi radium sempat beredar di pasar.
2. Penggunaan Medis yang Sah (Radioterapi)
Meski berbahaya jika dikonsumsi, Radium memiliki peran krusial dalam sejarah pengobatan kanker. Inilah cikal bakal radioterapi modern:
- Brachytherapy: Dokter menggunakan jarum atau wadah kecil berisi radium yang dimasukkan ke dalam atau di dekat tumor untuk membunuh sel kanker.
- Sifat Fisika: Radium meluruh dan menghasilkan gas radon, yang pada masa itu digunakan untuk menghancurkan jaringan ganas.
3. Bahaya dan Efek Samping
Radium adalah zat radioaktif yang memancarkan partikel alfa, beta, dan sinar gamma. Bahaya utamanya adalah:
- Penyamaran Kalsium: Tubuh manusia salah mengenali Radium sebagai kalsium. Akibatnya, Radium diserap langsung ke dalam tulang.
- Nekrosis Tulang: Hal ini menyebabkan kerusakan jaringan tulang (seperti kasus terkenal Radium Girls yang mengalami kerusakan rahang parah).
- Kanker Sekunder: Paparan jangka panjang menyebabkan leukemia dan sarkoma tulang.
4. Status Radium Saat Ini
Dalam dunia medis modern, Radium-226 sebagian besar telah digantikan oleh isotop lain yang lebih aman dan mudah dikelola, seperti Cobalt-60 atau Cesium-137.
Namun, ada satu bentuk spesifik yaitu Radium-223 (Xofigo) yang telah disetujui secara medis untuk mengobati kanker prostat yang telah menyebar ke tulang. Penggunaan ini dilakukan di bawah pengawasan ketat ahli onkologi nuklir, bukan sebagai obat bebas.
Catatan Penting: Jika Anda menemukan barang antik (seperti jam tangan tua atau alat medis kuno) yang bertuliskan “Radium” atau bisa menyala di kegelapan tanpa bantuan baterai, hindari membongkarnya karena potensi debu radioaktif.
Apakah Anda ingin saya mencari tahu lebih lanjut mengenai prosedur pengobatan kanker modern yang menggunakan isotop radioaktif saat ini?
Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/
