Title :Repatha: Inovasi Terbaru dalam Mengendalikan Kolesterol Jahat

Kolesterol tinggi, khususnya kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) atau “kolesterol jahat”, adalah salah satu faktor risiko utama penyebab penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Meskipun obat statin telah menjadi andalan dalam penanganan kondisi ini selama bertahun-tahun, sebagian pasien masih mengalami kesulitan mencapai target kolesterol yang ideal. Di sinilah obat seperti Repatha (evolocumab) hadir sebagai solusi inovatif.
Apa Itu Repatha?
Repatha adalah obat injeksi yang termasuk dalam golongan PCSK9 inhibitor. Obat ini bekerja dengan cara yang berbeda dari statin, menjadikannya pilihan terapi yang efektif, baik sebagai pengobatan tunggal maupun sebagai tambahan untuk terapi lain, terutama pada pasien dengan kondisi berikut:
- Hiperkolesterolemia primer dan dislipidemia campuran: Pasien dengan kadar kolesterol LDL dan trigliserida yang sangat tinggi, termasuk mereka yang tidak mencapai target dengan terapi statin dosis maksimal.
- Hiperkolesterolemia familial (FH): Kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol LDL sangat tinggi sejak lahir. Repatha dapat digunakan pada pasien dengan jenis heterozygous maupun homozygous FH, termasuk anak-anak di atas usia 12 tahun.
- Pencegahan kejadian kardiovaskular: Repatha juga digunakan untuk mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan kebutuhan tindakan revaskularisasi (seperti pemasangan ring jantung) pada pasien dengan riwayat penyakit jantung aterosklerotik.
Mekanisme Kerja yang Unik
Berbeda dengan statin yang bekerja menghambat produksi kolesterol di hati, Repatha bekerja dengan menargetkan protein bernama PCSK9 (Proprotein Convertase Subtilisin/Kexin type 9).
Normalnya, protein PCSK9 akan menghancurkan reseptor LDL di permukaan sel hati. Reseptor LDL ini memiliki tugas penting untuk “menangkap” kolesterol LDL yang beredar di dalam darah dan membawanya masuk ke hati untuk dibersihkan. Dengan dihancurkannya reseptor ini oleh PCSK9, maka kadar kolesterol LDL dalam darah akan tetap tinggi.
Evolocumab, zat aktif dalam Repatha, adalah antibodi monoklonal yang secara selektif akan mengikat dan menghambat kerja protein PCSK9. Dengan demikian, reseptor LDL di hati tidak dihancurkan, jumlahnya meningkat, dan kemampuan hati untuk membersihkan kolesterol LDL dari sirkulasi darah menjadi jauh lebih efisien. Hasilnya, kadar kolesterol LDL dapat turun secara signifikan.
Bagaimana Repatha Digunakan?
Repatha diberikan melalui suntikan di bawah kulit (subkutan) dengan menggunakan autoinjektor. Dosis dan frekuensi pemberiannya ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi pasien:
- Untuk hiperkolesterolemia primer atau dislipidemia, dosis yang umum adalah 140 mg setiap dua minggu atau 420 mg sekali sebulan.
- Untuk hiperkolesterolemia familial homozigot, dosis awal biasanya 420 mg setiap bulan, yang dapat ditingkatkan menjadi setiap dua minggu setelah 12 minggu.
Penting untuk diingat bahwa penggunaan Repatha harus sesuai petunjuk dokter dan perawat. Pasien atau pengasuh yang dipercaya untuk melakukan suntikan di rumah akan diberikan pelatihan khusus mengenai cara menyimpan, menyiapkan, dan menyuntikkan obat dengan benar.
Efek Samping yang Perlu Diketahui
Seperti halnya obat-obatan lain, Repatha juga memiliki potensi efek samping. Beberapa efek samping yang paling umum meliputi:
- Nyeri atau kemerahan pada area suntikan.
- Nyeri otot atau sendi.
- Sakit perut.
- Gejala flu, seperti hidung meler atau sakit tenggorokan.
Meskipun jarang, reaksi alergi yang serius dapat terjadi. Jika mengalami gejala seperti kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, atau lidah, ruam, atau gatal-gatal, segera hentikan penggunaan obat dan cari bantuan medis.
Kesimpulan
Repatha merupakan terobosan penting dalam pengobatan kolesterol tinggi, terutama bagi pasien yang tidak mendapatkan manfaat maksimal dari terapi konvensional. Dengan mekanisme kerja yang unik, obat ini tidak hanya efektif dalam menurunkan kolesterol LDL, tetapi juga membantu mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular yang berbahaya. Namun, penggunaan Repatha harus selalu di bawah pengawasan dokter dan disertai dengan modifikasi gaya hidup sehat, termasuk diet dan olahraga teratur.
Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://bandungpafi.org/