Tittle :Untuk Apa Sih Aspirin? Kenali Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya
Untuk Apa Sih Aspirin? Kenali Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya
Mungkin Anda sering melihat Aspirin di kotak obat rumah atau apotek. Obat yang sudah ada sejak lebih dari seabad lalu ini dikenal sebagai “obat ajaib” karena fungsinya yang beragam. Namun, sebenarnya untuk apa sih Aspirin itu? Apakah aman diminum kapan saja?
Artikel ini akan mengulas tuntas fungsi Aspirin, mulai dari pereda nyeri hingga perannya dalam mencegah penyakit jantung.
Apa Itu Aspirin?

Aspirin, atau secara medis disebut asam asetilsalisilat, adalah obat golongan Nonsteroidal Anti-inflammatory Drug (NSAID). Obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin, yaitu senyawa dalam tubuh yang memicu rasa sakit, demam, dan peradangan.
Manfaat Utama Aspirin bagi Kesehatan
1. Meredakan Nyeri dan Peradangan
Fungsi yang paling umum adalah sebagai analgesik (pereda nyeri). Aspirin efektif untuk mengatasi:
- Sakit kepala dan migrain.
- Nyeri otot dan sakit gigi.
- Nyeri haid (dismenore).
- Peradangan pada sendi (seperti artritis).
2. Menurunkan Demam
Sebagai antipiretik, Aspirin bekerja pada pusat pengaturan suhu di otak untuk membantu menurunkan demam saat tubuh mengalami infeksi atau peradangan.
3. Pengencer Darah (Antiplatelet)
Inilah fungsi Aspirin yang sangat vital dalam dunia medis modern. Aspirin dosis rendah sering diresepkan dokter untuk mencegah penggumpalan darah. Hal ini sangat penting bagi pasien yang berisiko mengalami:
- Serangan Jantung: Mencegah penyumbatan pembuluh darah jantung.
- Stroke Iskemik: Mencegah sumbatan aliran darah ke otak.
Siapa yang Boleh dan Tidak Boleh Minum Aspirin?
Meskipun dijual bebas, Aspirin tidak boleh dikonsumsi sembarangan oleh semua orang.
Peringatan untuk Anak-anak (Sindrom Reye)
Penting! Jangan berikan Aspirin kepada anak-anak di bawah usia 16 tahun yang sedang mengalami gejala flu atau cacar air. Hal ini dapat memicu Sindrom Reye, kondisi langka namun sangat fatal yang menyebabkan pembengkakan pada hati dan otak.
Kelompok Risiko Tinggi
Hindari atau konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki kondisi:
- Riwayat tukak lambung atau pendarahan saluran cerna.
- Gangguan pembekuan darah (seperti hemofilia).
- Alergi terhadap obat golongan NSAID (seperti Ibuprofen).
- Penyakit asma (karena dapat memicu sesak napas pada beberapa orang).
Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Konsumsi Aspirin, terutama dalam jangka panjang atau dosis tinggi, dapat menimbulkan efek samping seperti:
- Nyeri lambung atau sakit maag.
- Mual dan muntah.
- Risiko pendarahan yang meningkat (misalnya luka sulit kering atau memar).
- Telinga berdenging (tinnitus).
Aturan Pakai yang Benar
- Minum Sesudah Makan: Untuk mengurangi risiko iritasi lambung, selalu minum Aspirin setelah makan atau bersama susu.
- Jangan Menghancurkan Tablet: Beberapa jenis Aspirin memiliki lapisan khusus (enteric-coated) agar tidak pecah di lambung. Telan secara utuh.
- Dosis Sesuai Tujuan: Dosis untuk sakit kepala tentu berbeda dengan dosis untuk pencegahan stroke jantung. Jangan menentukan dosis sendiri untuk penggunaan jangka panjang.
Kesimpulan
Aspirin adalah obat multifungsi yang sangat efektif jika digunakan dengan tepat. Mulai dari meredakan nyeri ringan hingga menjadi penyelamat nyawa bagi penderita jantung. Namun, mengingat risiko pendarahan dan efek samping pada lambung, penggunaan Aspirin harus tetap bijak dan sesuai anjuran ahli medis.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat edukasi. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan dengan Aspirin, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/
