Tittle:Mengenal Bevalex Krim: Fungsi, Kandungan, dan Cara Pakainya

Bevalex Krim adalah obat oles (topikal) yang sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi berbagai masalah peradangan kulit yang disertai dengan risiko infeksi bakteri. Karena mengandung kombinasi bahan aktif yang cukup kuat, obat ini masuk dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus di bawah pengawasan medis.
Kandungan Utama
Bevalex Krim terdiri dari kombinasi dua zat aktif yang bekerja saling melengkapi:
- Betamethasone Valerate (0,1%): Merupakan kortikosteroid potensi tinggi yang berfungsi untuk meredakan peradangan, mengurangi rasa gatal, serta menghilangkan kemerahan dan pembengkakan pada kulit.
- Neomycin Sulfate (0,5%): Merupakan antibiotik spektrum luas yang bekerja membunuh atau menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi pada kulit.
Manfaat dan Indikasi
Obat ini efektif untuk menangani kondisi kulit (dermatosis) yang responsif terhadap kortikosteroid namun disertai dengan infeksi bakteri sekunder, seperti:
- Eksim (Dermatitis): Termasuk eksim pada anak di atas usia 2 tahun, dermatitis kontak, maupun dermatitis seboroik.
- Psoriasis: Terutama pada kasus yang membandel.
- Pruritus: Kondisi kulit yang menyebabkan gatal luar biasa.
- Gigitan Serangga: Yang mengalami peradangan hebat atau terinfeksi karena digaruk.
Cara Penggunaan yang Benar
Agar pengobatan efektif dan aman, ikuti panduan berikut:
- Bersihkan Area Kulit: Cuci tangan dan bersihkan area kulit yang sakit sebelum mengoleskan krim.
- Oleskan Tipis-tipis: Gunakan krim secukupnya dan oleskan secara tipis dan merata pada area yang bermasalah.
- Frekuensi: Biasanya dioleskan 2 hingga 3 kali sehari, atau sesuai arahan dokter.
- Durasi: Jangan menggunakan obat ini dalam jangka panjang (biasanya tidak lebih dari 7-14 hari) tanpa instruksi dokter, terutama untuk area wajah.
Hal yang Perlu Diperhatikan (Peringatan)
- Bukan untuk Jamur atau Virus: Bevalex tidak bisa mengobati kurap, kutu air (jamur), atau cacar/herpes (virus). Penggunaan steroid pada infeksi jamur justru bisa memperparah kondisi.
- Area Sensitif: Hindari penggunaan di sekitar mata, mulut, atau area kemaluan kecuali atas saran dokter.
- Ibu Hamil & Menyusui: Masuk dalam Kategori C; konsultasikan ke dokter karena penggunaan obat ini pada ibu hamil harus mempertimbangkan manfaat dibandingkan risikonya.
- Anak-anak: Hindari penggunaan pada bayi di bawah usia 1 tahun dan batasi durasi pemakaian pada anak-anak karena risiko penipisan kulit.
Efek Samping yang Mungkin Muncul
Beberapa pengguna mungkin mengalami reaksi lokal seperti:
- Rasa terbakar atau menyengat sesaat setelah dioleskan.
- Kulit kering atau gatal.
- Penipisan kulit (atrofi) jika digunakan terlalu lama.
- Timbulnya jerawat atau perubahan warna kulit (hipopigmentasi).
Catatan Penting: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan keluhan kulit Anda kepada dokter sebelum menggunakan obat berbahan kortikosteroid dan antibiotik.
Apakah Anda ingin saya membuatkan ringkasan dosis khusus untuk kondisi kulit tertentu atau informasi mengenai obat serupa lainnya?
Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/
