
Irbeten (Irbesartan) adalah obat keras yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan memberikan perlindungan pada ginjal, terutama pada penderita diabetes tipe 2.
Dengan menjaga tekanan darah tetap terkontrol, obat ini membantu mencegah kejadian fatal seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal.
Mekanisme Kerja
Di dalam tubuh, terdapat hormon bernama Angiotensin II yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Irbeten bekerja dengan cara memblokir reseptor hormon ini. Hasilnya:
- Pembuluh darah menjadi lebih rileks dan melebar.
- Aliran darah menjadi lebih lancar.
- Beban kerja jantung berkurang karena tekanan darah menurun.
Indikasi Utama
Dokter biasanya meresepkan Irbeten untuk kondisi berikut:
- Hipertensi Esensial: Digunakan sebagai terapi tunggal atau dikombinasikan dengan obat antihipertensi lain.
- Nefropati Diabetik: Mengobati penyakit ginjal pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi, karena Irbesartan terbukti memperlambat penurunan fungsi ginjal.
Dosis dan Aturan Pakai
Penting: Irbeten adalah obat resep. Dosis harus ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi medis pasien.
- Dosis Umum: Biasanya dimulai dari 150 mg sekali sehari. Jika tekanan darah belum mencapai target, dokter dapat meningkatkan dosis menjadi 300 mg sekali sehari.
- Cara Konsumsi: Dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Usahakan untuk meminumnya pada jam yang sama setiap hari agar kadar obat dalam darah tetap stabil.
Efek Samping yang Mungkin Muncul
Sama seperti obat lainnya, Irbeten berpotensi menimbulkan efek samping, meskipun tidak semua orang mengalaminya. Beberapa yang umum dilaporkan meliputi:
- Pusing atau Sakit Kepala: Terutama saat awal penggunaan karena tubuh sedang beradaptasi dengan tekanan darah yang lebih rendah.
- Kelelahan: Perasaan lemas atau kurang bertenaga.
- Hipotensi Ortostatik: Rasa melayang saat mendadak berdiri dari posisi duduk atau berbaring.
- Gangguan Pencernaan: Seperti mual atau muntah.
Peringatan: Segera hubungi dokter jika muncul gejala alergi berat seperti pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan (angioedema).
Hal Penting Sebelum Mengonsumsi (Kontraindikasi)
- Kehamilan: Irbeten sangat dilarang bagi wanita hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga, karena dapat menyebabkan cedera bahkan kematian pada janin.
- Interaksi Obat: Beritahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi suplemen kalium atau obat golongan Aliskiren (terutama bagi penderita diabetes), karena dapat meningkatkan risiko hiperkalemia (kelebihan kalium).
- Kondisi Ginjal & Hati: Pasien dengan penyempitan arteri ginjal atau gangguan hati berat memerlukan pengawasan khusus.
Tips Selama Terapi Irbeten
- Pantau Tekanan Darah: Lakukan pengecekan rutin di rumah dan catat hasilnya untuk dilaporkan saat kontrol.
- Gaya Hidup Sehat: Obat akan bekerja maksimal jika dibarengi dengan diet rendah garam, olahraga teratur, dan berhenti merokok.
- Jangan Berhenti Tiba-tiba: Menghentikan obat tanpa konsultasi dapat menyebabkan tekanan darah melonjak secara mendadak.
Apakah Anda saat ini sedang mengonsumsi Irbeten dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang interaksinya dengan obat lain atau makanan tertentu?
Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/
