Bagaimana Bronkodilator Bekerja?

Title : Bagaimana Bronkodilator Bekerja?

Bayangkan saluran udara di paru-paru Anda seperti selang. Pada penderita asma atau PPOK, “selang” ini bisa menyempit atau bahkan hampir tertutup karena otot-otot di sekitarnya mengencang. Ini yang menyebabkan gejala seperti sesak napas, mengi, dan batuk. Bronkodilator berfungsi untuk mengendurkan otot-otot tersebut, membuat saluran udara kembali terbuka, dan pernapasan menjadi lebih lancar.

Jenis-Jenis Bronkodilator

Secara umum, bronkodilator terbagi menjadi dua kategori utama berdasarkan durasi kerjanya:

  1. Bronkodilator Kerja Cepat (Short-Acting): Obat ini sering disebut sebagai “obat penyelamat” karena efeknya sangat cepat, biasanya dalam hitungan menit, dan bertahan selama beberapa jam. Obat ini ideal digunakan saat gejala sesak napas tiba-tiba muncul. Contoh obatnya adalah albuterol dan terbutalin.
  2. Bronkodilator Kerja Panjang (Long-Acting): Obat ini memiliki efek yang lebih lama, bisa bertahan hingga 12 jam atau lebih. Obat ini digunakan secara rutin setiap hari untuk mencegah gejala muncul. Obat ini tidak digunakan untuk mengatasi serangan mendadak, melainkan sebagai terapi pemeliharaan. Contoh obatnya adalah salmeterol dan formoterol.

Metode Pemberian Obat

Bronkodilator tersedia dalam berbagai bentuk, namun yang paling umum adalah:

  • Inhaler (Hirupan): Ini adalah cara yang paling sering digunakan karena obat langsung masuk ke paru-paru, memberikan efek yang lebih cepat dan dosis yang lebih rendah dibandingkan obat oral.
  • Nebulizer: Alat ini mengubah obat cair menjadi uap halus yang bisa dihirup melalui masker. Metode ini sering digunakan untuk anak-anak atau penderita yang kesulitan menggunakan inhaler.
  • Oral (Pil atau Sirup): Obat dalam bentuk pil atau sirup juga tersedia, namun efeknya cenderung lebih lambat dan berpotensi menimbulkan efek samping yang lebih banyak.

Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Seperti obat lainnya, bronkodilator juga bisa menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum termasuk:

  • Jantung berdebar
  • Gemetar pada tangan
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mulut kering

Penting untuk selalu menggunakan bronkodilator sesuai petunjuk dokter. Jangan mengubah dosis atau frekuensi penggunaan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu. Jika Anda merasa obat tidak lagi efektif atau gejala memburuk, segera temui dokter Anda.


Bronkodilator memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit pernapasan. Dengan pemahaman yang tepat tentang cara kerja dan penggunaannya, obat ini dapat membantu mengendalikan gejala dan memungkinkan pasien menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/