Tittle:Mengenal Nadolol: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Nadolol adalah obat golongan penghambat beta (beta-blockers) non-selektif. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi respon terhadap impuls saraf di bagian tubuh tertentu, terutama jantung. Dengan menurunkan beban kerja jantung, obat ini membantu jantung berdenyut lebih teratur dan menurunkan tekanan darah.
1. Kegunaan Utama Nadolol
Nadolol umumnya diresepkan oleh dokter untuk beberapa kondisi medis berikut:
- Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Menurunkan tekanan darah membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.
- Angina Pektoris: Mengurangi nyeri dada yang disebabkan oleh kurangnya aliran oksigen ke otot jantung.
- Pencegahan Migrain: Meskipun bukan untuk mengobati serangan migrain yang sedang terjadi, Nadolol efektif untuk mengurangi frekuensi kemunculannya.
- Varises Esofagus: Terkadang digunakan untuk mencegah perdarahan pada penderita penyakit hati kronis.
2. Cara Kerja (Mekanisme)
Nadolol bekerja dengan memblokir reseptor beta-1 dan beta-2 di dalam tubuh. Secara teknis:
- Beta-1: Menurunkan denyut jantung dan kekuatan kontraksi otot jantung.
- Beta-2: Mempengaruhi otot polos di saluran pernapasan dan pembuluh darah.
Karena sifatnya yang “non-selektif”, Nadolol memiliki masa kerja yang cukup panjang di dalam tubuh, sehingga biasanya cukup dikonsumsi satu kali sehari.
3. Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi
Obat ini tidak boleh digunakan sembarangan. Beritahu dokter jika Anda memiliki riwayat:
- Asma atau gangguan pernapasan: Karena dapat memicu penyempitan saluran napas.
- Gagal jantung tidak terkontrol atau detak jantung yang sangat lambat (bradikardia).
- Diabetes: Nadolol dapat menutupi gejala gula darah rendah (seperti detak jantung cepat).
- Penyakit Ginjal: Dosis mungkin perlu disesuaikan karena Nadolol dibuang melalui ginjal.
4. Efek Samping yang Mungkin Muncul
Setiap obat memiliki efek samping, meski tidak semua orang merasakannya. Beberapa yang umum terjadi antara lain:
- Pusing atau rasa melayang.
- Kelelahan yang tidak biasa.
- Tangan dan kaki terasa dingin (karena penurunan aliran darah ke ekstremitas).
- Detak jantung menjadi lebih lambat.
Penting: Jangan menghentikan konsumsi Nadolol secara tiba-tiba tanpa konsultasi dokter. Penghentian mendadak dapat menyebabkan nyeri dada yang parah atau serangan jantung (efek rebound).
5. Interaksi Obat
Nadolol dapat berinteraksi dengan obat lain, seperti:
- Obat diabetes (Insulin atau oral).
- Obat tekanan darah lain (seperti Clonidine atau Reserpine).
- Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) seperti Ibuprofen, yang dapat menurunkan efektivitas Nadolol dalam menurunkan tekanan darah.
Catatan: Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan pengganti saran medis profesional. Selalu ikuti petunjuk dosis dari dokter Anda.
Apakah Anda sedang mencari informasi ini untuk keperluan tugas atau sedang mengonsumsi obat ini dan ingin tahu lebih lanjut tentang pantangannya?
Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/
