Mengenal Kadiflam: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Tittle:Mengenal Kadiflam: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Kadiflam adalah salah satu merek dagang obat yang mengandung zat aktif Diclofenac Potassium (Diklofenak Kalium). Obat ini termasuk ke dalam golongan Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) atau obat anti-inflamasi nonsteroid.

Di dunia medis, Kadiflam dikenal efektif untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta mengurangi peradangan.

1. Kegunaan Kadiflam

Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim yang memproduksi prostaglandin, yaitu zat dalam tubuh yang memicu rasa sakit dan pembengkakan. Beberapa kondisi yang biasanya ditangani dengan Kadiflam meliputi:

  • Nyeri Sendi: Seperti osteoartritis dan rheumatoid arthritis.
  • Nyeri Haid (Dismenore): Mengurangi kram perut saat menstruasi.
  • Migrain: Meredakan serangan sakit kepala sebelah yang akut.
  • Nyeri Pasca Operasi: Mengurangi rasa sakit setelah prosedur bedah atau pencabutan gigi.
  • Cedera Fisik: Seperti terkilir, memar, atau ketegangan otot.

2. Dosis dan Cara Penggunaan

Penting: Kadiflam adalah obat keras yang memerlukan resep dokter. Dosis dapat berbeda-beda tergantung usia dan tingkat keparahan nyeri.

Secara umum, dosis untuk dewasa adalah:

  • Nyeri Umum/Haid: 50 mg, diminum 2–3 kali sehari.
  • Migrain: Dosis awal 50 mg pada tanda-tanda pertama serangan.

Tips Mengonsumsi:

  • Sebaiknya diminum sesudah makan atau bersama makanan untuk mencegah iritasi lambung.
  • Telan tablet secara utuh dengan bantuan air putih (jangan dihancurkan atau dikunyah).

3. Efek Samping yang Mungkin Muncul

Sama seperti obat-obatan lainnya, Kadiflam dapat menimbulkan efek samping pada beberapa orang, antara lain:

  • Gangguan pencernaan (mual, mulas, nyeri lambung, atau diare).
  • Sakit kepala atau pusing.
  • Rasa kantuk.
  • Ruam kulit ringan.

Jika muncul gejala serius seperti tinja berwarna hitam (pendarahan lambung), sesak napas, atau pembengkakan pada kaki, segera hentikan penggunaan dan hubungi tenaga medis.


4. Peringatan dan Kontraindikasi

Sebelum mengonsumsi Kadiflam, perhatikan hal-hal berikut:

  • Riwayat Lambung: Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat tukak lambung atau gastritis.
  • Penyakit Jantung & Ginjal: Gunakan dengan sangat hati-hati jika Anda memiliki gangguan fungsi jantung, ginjal, atau tekanan darah tinggi.
  • Alergi Aspirin: Orang yang alergi terhadap Aspirin atau NSAID lain biasanya juga akan bereaksi terhadap Kadiflam.
  • Kehamilan: Hindari penggunaan pada trimester ketiga kehamilan karena dapat memengaruhi kesehatan janin.

Penafian (Disclaimer): Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Apakah Anda ingin saya membuatkan ringkasan mengenai interaksi obat Kadiflam dengan obat-obatan lainnya?

Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/