Tittle:Mengenal Dithranol: Senyawa Klasik untuk Penanganan Psoriasis

Dithranol (juga dikenal sebagai Anthralin) adalah senyawa turunan hidrokarbon polisiklik yang telah digunakan selama lebih dari satu abad dalam dermatologi. Meskipun saat ini banyak muncul terapi biologis modern, Dithranol tetap menjadi standar emas bagi banyak dokter kulit, terutama untuk menangani Psoriasis Vulgaris yang membandel.
1. Bagaimana Dithranol Bekerja?
Dithranol bekerja dengan cara menekan proliferasi (pertumbuhan cepat) sel kulit. Pada penderita psoriasis, sel kulit membelah jauh lebih cepat daripada kulit normal.
- Menghambat Mitosis: Dithranol masuk ke dalam mitokondria sel dan menghambat replikasi DNA.
- Mengurangi Peradangan: Ia membantu menormalkan aktivitas enzim pada kulit yang meradang.
- Efek Sitotoksik Terpilih: Obat ini menargetkan sel-sel yang membelah secara abnormal tanpa merusak jaringan kulit sehat secara permanen jika digunakan dengan benar.
2. Kegunaan Utama
Dithranol secara spesifik diformulasikan untuk kondisi kulit hiperkeratotik, antara lain:
- Psoriasis Plak Kronis: Jenis psoriasis yang paling umum, ditandai dengan bercak merah tebal bersisik perak.
- Alopecia Areata: Dalam beberapa kasus, konsentrasi tertentu digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut kembali pada area yang botak.
3. Metode Penggunaan: “Short Contact Therapy”
Dulu, Dithranol dibiarkan di kulit selama berjam-jam. Namun, metode modern yang paling populer adalah Terapi Kontak Singkat:
- Aplikasi: Salep dioleskan hanya pada area plak yang tebal (hindari kulit sehat).
- Durasi: Dibiarkan selama 10 hingga 30 menit saja.
- Pembersihan: Dicuci bersih menggunakan air dingin atau sabun khusus.
- Peningkatan Bertahap: Biasanya dimulai dari konsentrasi rendah ($0.1\%$) dan ditingkatkan perlahan sesuai toleransi kulit.
4. Efek Samping dan Tantangan
Meskipun efektif, Dithranol memiliki beberapa karakteristik unik yang perlu diperhatikan:
- Iritasi Kulit: Dapat menyebabkan sensasi terbakar atau kemerahan (eritema) jika terkena kulit sehat di sekitar plak.
- Noda (Staining): Ini adalah tantangan terbesar. Dithranol meninggalkan warna cokelat/ungu pada kulit (sementara) dan noda permanen pada pakaian, handuk, atau lantai kamar mandi.
- Oksidasi: Obat ini mudah teroksidasi jika terkena cahaya atau udara, sehingga harus disimpan dengan benar.
5. Tips Aman Menggunakan Dithranol
Agar pengobatan maksimal dan minim efek samping, perhatikan langkah berikut:
- Gunakan Sarung Tangan: Untuk mencegah kuku dan ujung jari berubah warna menjadi cokelat.
- Gunakan Barrier: Oleskan Vaseline (petroleum jelly) pada kulit sehat di sekitar plak psoriasis untuk melindunginya dari iritasi.
- Gunakan Pakaian Lama: Karena noda Dithranol sangat sulit dihilangkan dari kain.
- Hindari Area Sensitif: Jangan gunakan pada wajah, lipatan kulit (ketiak/selangkangan), atau area genital.
Kesimpulan
Dithranol adalah pengobatan yang sangat ampuh dan tidak menyebabkan efek samping sistemik (seperti kerusakan organ dalam) karena hanya bekerja di permukaan kulit. Meskipun membutuhkan ketelatenan karena sifatnya yang meninggalkan noda, banyak pasien merasakan pembersihan plak yang jauh lebih bersih dan tahan lama dibandingkan penggunaan steroid topikal.
Catatan Penting: Dithranol adalah obat keras. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan dosis dan petunjuk penggunaan yang tepat.
Apakah Anda ingin saya membuatkan panduan langkah-demi-langkah yang lebih mendetail tentang cara membersihkan noda Dithranol setelah pemakaian?
Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/
