Mengenal Quinidine: Fungsi, Cara Kerja, dan Efek Samping

Tittle:Mengenal Quinidine: Fungsi, Cara Kerja, dan Efek Samping

Quinidine adalah obat yang termasuk dalam golongan anti-aritmia kelas Ia. Obat ini telah lama digunakan dalam dunia medis untuk menangani gangguan irama jantung (aritmia). Meskipun saat ini penggunaannya mulai digantikan oleh obat-obatan baru dengan profil keamanan yang lebih baik, Quinidine tetap menjadi pilihan penting untuk kondisi spesifik tertentu.

1. Kegunaan Utama (Indikasi)

Quinidine berfungsi untuk menjaga detak jantung agar tetap stabil pada pasien dengan gangguan irama tertentu. Beberapa kondisi yang biasanya ditangani adalah:

  • Fibrilasi Atrial dan Flutter Atrial: Membantu mengembalikan dan menjaga irama jantung normal (sinus).
  • Takikardia Ventrikular: Mengobati detak jantung yang terlalu cepat yang berasal dari bilik jantung bawah.
  • Sindrom Brugada & Short QT Syndrome: Dalam kasus khusus, dokter meresepkan Quinidine untuk mencegah serangan jantung mendadak pada pasien dengan kelainan genetik ini.
  • Malaria: Selain untuk jantung, Quinidine (dalam bentuk quinidine gluconate) terkadang digunakan sebagai pengobatan tambahan untuk kasus malaria berat.

2. Mekanisme Kerja

Secara teknis, Quinidine bekerja dengan cara menghambat kanal natrium ($Na^+$) pada membran sel jantung. Hal ini menyebabkan:

  1. Memperlambat konduksi listrik di jantung.
  2. Memperpanjang masa refrakter (waktu istirahat sel jantung sebelum bisa berdenyut lagi).
  3. Menurunkan rangsangan otomatis yang tidak normal pada otot jantung.

3. Hal yang Perlu Diperhatikan (Efek Samping)

Penggunaan Quinidine memerlukan pengawasan ketat dari tenaga medis karena memiliki jendela terapi yang sempit. Beberapa efek samping yang mungkin muncul antara lain:

  • Cinchonism: Gejala keracunan ringan khas golongan kina, seperti telinga berdenging (tinnitus), pusing, sakit kepala, dan gangguan penglihatan.
  • Masalah Pencernaan: Mual, muntah, dan diare (efek samping paling umum).
  • Gangguan Irama Jantung Baru: Ironisnya, obat anti-aritmia terkadang justru bisa memicu jenis aritmia lain, seperti Torsades de Pointes (akibat pemanjangan interval QT).
  • Reaksi Imunologis: Seperti penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).

4. Interaksi Obat dan Peringatan

Quinidine dikenal memiliki banyak interaksi dengan obat lain. Misalnya, ia dapat meningkatkan kadar Digoxin dalam darah secara signifikan, yang berisiko menimbulkan keracunan.

Penting: Jangan mengonsumsi jus grapefruit (jeruk besar) saat menjalani pengobatan ini, karena dapat mengganggu metabolisme obat dalam tubuh.


Catatan Penting: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran medis. Penggunaan Quinidine harus di bawah pengawasan dokter spesialis jantung melalui resep resmi.

Apakah Anda ingin saya membuatkan ringkasan mengenai dosis umum atau daftar interaksi obat yang lebih mendalam untuk Quinidine?

Link Pemesanan Suplemen Perangsang Herbal via online shop : https://palembangpafi.org/